Bagi ayat-ayat, saya dinyatakan haram. Sekalipun saya berasal dari Eurasia, dimana letak dua benua
antara Eropa dan Asia tetap itu bukan sebuah alternative untuk saya disegani. Seringkali banyak hal-hal
menjijikan dari lendir hidung yang terus menerus keluar dengan sendirinya. Bahkan saya pun kurang
memahami dengan keadaan hidung seperti ini, yang saya tahu ini suatu kebiasaan. Entah ‘kebiasaan’ itu
memang ada awal dari suatu akibat atau pun sebab.
Namun dari segi psikologis, saya ini jorok dan kotor. Senangnya bermain lumpur hingga berjam-jam.
Saya bisa dikerubuti oleh tanah dan beberapa cacing kecil yang suka menggoda dengan mencipratkan
lumpur ditubuh saya. Saya bisa bercanda dengan makhluk sekecil itu kan? Itu dia saya suka, mereka
mungil dan pemberani karena mereka mengganggap saya ini temannya. Lain hal dengan manusia,
mereka bisa menjadikan saya sate. Ah menyeramkan.
Tapi ada juga teman saya yang bernama Shio, dia mengatakan jika saya ini baik, jujur, hangat, penurut,
benci pertengakaran dan sebagainya. Dimana saya pun tidak bisa mengetahui itu sifat turunan dari
mana, yang saya tahu saya ini babik. Shio seringkali bercerita tentang apa saja. Seperti kemarin sore di
samping gedung tua dia bercerita jika masa depan, akan ada virus dimana manusia akan memusnahkan
beberapa hewan yang memang menyebabkan virus. Saya hanya menggangguk diam setelahnya,
kematian itu sudah bisa diukur kah? Banyak yang bilang juga Shio ini memang suka aneh, tapi saya
senang berteman dengannya karena dia begitu dikagumi diam-diam oleh banyak manusia.
Suratan nasib hadir lewat gossip tetangga, membicarakan daging saya dengan ramuan apa saja. Pagi
buta di warung Bu Menir pun sudah ramai membicarakan saya. Bu Menir yang berteman dengan banyak
manusia lainnya suka selera daging empuk, tapi Bu Menir membicarakan saya soal lain hal. Katanya saya
ini bisa jadi tumbal untuk sebuah kekayaan. Saya hanya bisa menertawakan Bu Menir, karena saya tahu
ini hari Senin sudah waktu nya saya senam pagi lewat kamera pengintai. Saya ini babik.
Link Reza Pradipto n Wiwin fitriyaniwfy





